Lukisan “Politisi Simpanse” Karya Bansky Dihargai Selangit

Lukisan “Politisi Simpanse” Karya Bansky Dihargai Selangit

Sebuah karya seni khususnya lukisan yang diperjualbelikan seringkali dibanderol dengan harga yang mencengangkan. Tentunya hal ini memiliki alasan yang melatarbelakanginya, baik secara ide dari seniman atau cerita dibalik terciptanya sebuah karya.

Sama halnya seperti lukisan karya Bansky, seniman mural asal Inggris yang menciptakan lukisan bertajuk “Politisi Simpanse”. Lukisannya ini dihargai dengan harga yang dapat dikatakan tidak masuk akal.

Bansky memang dikenal sebagai seniman yang menciptakan karya seni dengan nilai yang bergengsi serta dihargai selangit. Ia juga terkenal dengan karya-karya yang mengangkat isu sosial. Termasuk lukisan terbarunya ini, Devolved Parliament yang menggambarkan politisi sebagai simpanse di House of Commons, ruang parlemen Inggris.

Dalam acara lelang yang digelar di Sotheby London awal Oktober ini, lukisan tersebut resmi terjual dengan harga 12,2 juta dolar AS atau sekitar 172,9 miliar rupiah. Harga yang dicapai melampaui prediksi awal. Diketahui sebelumnya lukisan tersebut dihargai sekitar 2,5 juta dolar AS atau setara 35 miliar rupiah.

Lukisan Devolved Parliament ini menyentuh rekor lelang tertinggi untuk karya Bansky yang sebelumnya menciptakan lukisan lain berjudul “Keep It Spotless” dengan harga penjualan 1,8 juta dolar AS atau 25 miliar rupiah.

Karya seni terbarunya itu memiliki tinggi 3,9 meter. Selama ini Bansky biasanya melukis mural/gambar pada bidang berukuran 1-2 meter. Lukisan berjudul Devolved Parliament atau terjemahannya yaitu “Parlemen yang Didelegasikan” atau “Politisi Simpanse” ini merupakan lukisan terbesar yang dibuat olehnya.

Dibalik lukisannya ini, Bansky ingin menyampaikan bahwa lukisan ini mewakili polemik yang saat ini berkembang di Inggris, yaitu isu “Brexit” atau rencana keluarnya Inggris dari Uni Eropa. Lukisan ini menggambarkan kemunduran demokrasi di Inggris.

Menurutnya, di sana dapat dilihat salah satu sistem demokrasi tertua, dan di sana ada kemunduran menuju perilaku hewan. Saat ini, situasi parlemen di Inggris sedang memanas sejak para anggota bertemu dengan Perdana Menteri Boris Johnson dan oposisinya. Di ruang parlemen, mereka saling berdebat untuk menentukan keputusan final Brexit.

Sejak tahun 90-an Bansky mulai mendalami dunia seni mural dengan melukiskan gambar yang mengandung kritik dan satir dengan tujuan, tidak hanya kepada pemerintah Inggris, tapi juga masalah kemanusiaan seperti pemerintahan yang korupsi dan perang. Biasanya Bansky melukis seni muralnya di tembok-tembok gedung dan fasilitas umum.